Menanamkan Iman Lewat Tata Kelola Rohani: LP3KN Gelar Pembekalan CCR dan BKS Nasional Secara Hybrid
Oktober 5, 2025LP3KN.OR.ID – Di tengah arus modernisasi dan tantangan zaman digital, upaya menanamkan nilai-nilai iman Katolik kepada generasi muda tidak bisa sekadar dilakukan melalui pendekatan liturgis dan ritual semata. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) menyadari hal ini. Karena itu, pada Sabtu, 4 Oktober 2025, LP3KN menggelar kegiatan Pembekalan Tata Kelola Cerdas Cermat Rohani (CCR) dan Bertutur Kitab Suci secara hybrid—sebuah langkah strategis untuk menjaga relevansi dan mutu kegiatan Pesparani di seluruh Indonesia.
Lebih dari Sekadar Lomba
CCR dan Bertutur Kitab Suci selama ini menjadi dua kategori penting dalam ajang Pesparani. Tetapi bagi LP3KN, kategori ini bukan sekadar kompetisi. Seperti ditekankan oleh Ketua Umum LP3KN, Muliawan Margadana, kegiatan ini adalah sarana pelayanan dan pewartaan. “Tata kelola yang baik dan profesional bukan hanya menjamin jalannya lomba, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual dan kebersamaan iman,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Pernyataan ini mencerminkan semangat baru LP3KN: membangun tata kelola yang tidak hanya efisien, tapi juga berakar pada nilai-nilai iman Katolik.
Membangun Kompetensi, Menjaga Spiritualitas
Pembekalan ini menghadirkan narasumber berkompeten, seperti L. Yulius Juih dari PusKur-Dikdasmen yang memaparkan teknik penyusunan kisi-kisi dan soal CCR. Ia menekankan pentingnya keadilan, relevansi, dan spiritualitas dalam penyusunan soal lomba. “Soal yang baik tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan cinta pada firman Tuhan,” ujar Yulius.
Baca Juga: LP3KD Provinsi Papua Tengah Menggelar Rapat Kerja Daerah II Tahun 2025
Sesi siang dilanjutkan dengan materi tentang tata kelola lomba Bertutur Kitab Suci yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Komisi KKI–KWI: Maria Lidwina Ika Haryundari, MM dan RD. Herman Yoseph Babey. Keduanya membagikan praktik baik dari berbagai daerah—menyoroti bagaimana anak-anak dan remaja bisa menjadi pelayan sabda melalui seni bertutur.

Dra. Maria Lidwina Ika Haryundari, M.M. Menyampaikan Materi Bertutur Kitab Suci pada Kegiatan Pembekalan Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal CCR dan BKS Pesparani Nasional IV Tahun 2027, Jakarta, 4 Oktober 2025
Spirit Kebangsaan dan Kebersamaan
Kegiatan ini juga tidak lepas dari muatan kebangsaan. Lagu Indonesia Raya dan Mars LP3K yang dinyanyikan di awal sesi menandakan bahwa iman dan nasionalisme berjalan seiring. LP3KN tidak hanya memupuk iman umat, tetapi juga meneguhkan peran serta Gereja Katolik dalam kehidupan berbangsa. Seperti pernyataan Mgr. Albertus Soegijapranata, “100% Katolik 100% Indonesia”, sebagai gambaran komitmen penuh umat Katolik terhadap iman mereka dan sekaligus sebagai Warga Negara Indonesia yang total.

Tangkapan layar zoom meeting peserta LP3KD yang mengikuti pembekalan penyusunan kisi-kisi dan soal CCR dan BKS, Jakarta 4 Oktober 2025. Total hadir 85 peserta yang berasal dari 34 LP3KD seluruh Indonesia.
Peserta yang hadir secara daring dari berbagai provinsi menunjukkan bahwa semangat persaudaraan lintas daerah tetap kuat meski dibatasi oleh ruang virtual. Ini menjadi bukti bahwa Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan musik gerejani, tapi juga wadah pembinaan karakter, nasionalisme, dan spiritualitas umat Katolik.
Baca Juga: Dukungan Pemerintah Provinsi Jadi Kunci Sukses Pesparani Katolik I Sulut: Antara Spiritualitas, Identitas dan Pemberdayaan Komunitas
Pembekalan yang Meninggalkan Jejak
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi selama sesi berlangsung. Diskusi hangat, tanya jawab kritis, hingga pantun-pantun penutup yang disampaikan dengan penuh sukacita menjadi tanda bahwa kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam.
Menurut salah satu peserta dari LP3KD NTT, pembekalan ini membuka wawasan baru. “Kami jadi paham bahwa CCR bukan cuma lomba hafalan. Ada strategi, ada makna, dan ada pesan iman yang harus kami sampaikan kepada anak-anak peserta didik,” ujarnya.
Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar
Kegiatan ini memang hanya berlangsung satu hari, dari pagi hingga sore. Tapi dampaknya bisa jauh melampaui waktu pelaksanaannya. Dengan pembekalan ini, LP3KN sedang membangun fondasi baru untuk masa depan Pesparani: sebuah ajang yang profesional dalam penyelenggaraan, bermutu dalam isi, dan berdampak dalam pembinaan iman.
Ke depan, tantangannya tidak kecil—bagaimana memastikan hasil pembekalan ini benar-benar diterapkan di daerah, bagaimana menjaga semangat pelayanan di tengah arus kompetisi, dan bagaimana tetap membumikan nilai-nilai Injil dalam setiap lomba yang dilaksanakan.
Namun satu hal pasti: LP3KN telah memulai langkah yang tepat. Dan seperti pantun penutup yang dibacakan MC:
“Burung nuri hinggap di jendela, indah suaranya merdu sekali, sampai jumpa di kesempatan berikutnya, semoga kita tetap setia dalam pelayanan ini.”
Semangat pelayanan itulah yang akan terus menjadi nyawa Pesparani — dari pusat hingga pelosok negeri.




[…] Baca Juga: Menanamkan Iman Lewat Tata Kelola Rohani: LP3KN Gelar Pembekalan CCR dan BKS Nasional Secara Hybrid […]
terima kasih kepada Tim KKI-KWI dan LP3KN yang memberi kepercayaan besar pada saya. Semoga yang saya paparkan tidak sia-sia. Mari tetap bersemangat berkarya di ladang Tuhan.