LP3KD Papua Barat Daya Sukses Gelar Workshop Standarisasi Pelatih dan Juri Pesparani

LP3KD Papua Barat Daya Sukses Gelar Workshop Standarisasi Pelatih dan Juri Pesparani

Oktober 22, 2025 2 By Kontributor

LP3KN.OR.ID – Dengan antusiasme tinggi, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat Daya telah sukses menuntaskan “Workshop Pelatih Paduan Suara dan Mazmur” serta “Workshop Calon Juri Pesparani Daerah”. Rangkaian acara pembekalan intensif ini dipusatkan di Wisma Haji, Kota Sorong, pada 17-18 Oktober 2025, setelah dibuka secara seremonial pada 16 Oktober 2025.

Workshop ini menunjukkan jangkauan pembinaan yang komprehensif. Peserta pelatih dan calon juri diutus dari seluruh LP3KD Kabupaten/Kota di wilayah Papua Barat Daya, meliputi Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Tambrauw.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga mengalir dari berbagai pihak. Dalam kunjungannya saat meninjau salah satu sesi pelatihan paduan suara di Gereja Emaus, Sorong, Ketua Umum LP3KD Kota Sorong yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD Provinsi Papua Barat Daya, Ibu Anneke Lieke Makatuuk, S.E., menyapa para peserta.

Beliau mendorong peserta untuk bersinergi dan memanfaatkan momen tersebut, seraya menegaskan dukungannya agar setiap potensi budaya musik-liturgi dan inkulturasi khas Papua Barat Daya dapat diangkat, dipelajari, dan di-workshop-kan. “Sehingga,” ujarnya, “ini dapat menjadi sumbangan terbaik bagi seni budaya Gereja.” Beliau juga memanggil para komposer dan musisi Katolik di Papua Barat Daya untuk terlibat aktif mengembangkan seni budaya gerejawi yang sangat potensial di daerah ini.

Dua Pilar Pembekalan: Teknik Vokal dan Spiritualitas Menjuri

Suasana Workshop Pelatih dan Calon Juri LP3KD Papua Barat Daya – Dok. Panitia

Untuk memastikan kualitas materi, LP3KD PBD menghadirkan dua narasumber dengan fokus yang saling melengkapi. Bapak Andika Wiratma, seorang pelatih paduan suara bereputasi, fokus pada fondasi praktis dan teknis. Beliau membawakan materi esensial mengenai cara membentuk suara (voice building), dasar-dasar komposisi, dan manajemen paduan suara. Sesi ini membekali para pelatih dengan keterampilan nyata untuk meningkatkan kualitas vokal dan artistik paduan suara di daerah masing-masing.

Di sisi lain, Bapak Leonardus Yoseph, selaku Ketua Bidang Diklat LP3KN, menekankan pada materi Musica Sacra dalam Musik Liturgi. Beliau menegaskan bahwa Musica Sacra adalah konteks dan jiwa dari seluruh kategori paduan suara dan mazmur dalam Pesparani.

Baca juga : Dirigen Liturgis: Pelayan Martabat Ekaristi dan Buah Formasi Pesparani

Lebih dari sekadar teknis, Bapak Leonardus menambahkan bahwa seorang calon juri Pesparani memiliki tanggung jawab moral dan pastoral. “Calon juri perlu belajar mengetahui, memahami, dan berdiskresi secara objektif dan pastoral dalam menilai peta perjalanan pemahaman musik liturgi dalam perlombaan,” jelasnya.

Beliau menandaskan bahwa seorang juri Pesparani harus melepaskan diri dari konflik kepentingan (conflict of interest) dan mengarahkan penilaiannya sebagai bagian dari pembinaan Pesparani yang terus-menerus, demi keberlanjutan kompetensi musik-liturgi umat Katolik di Indonesia.

Suara Peserta: Harapan di Tengah Keterbatasan

Penyerahan Piagam Penghargaan kepada salah satu Narasumber oleh Ketua LP3KD Papua Barat Daya – Dok. Panitia

Atmosfer pembelajaran yang intens ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang perwakilan peserta, Bapak Klemens Ell dari Kota Sorong, menyampaikan kesannya. Pria yang sehari-hari bekerja di Departemen Agama Kota Sorong ini merasa amat bersyukur atas kegiatan workshop tersebut.

“Workshop ini sangat memberikan banyak ilmu dan keterampilan baru bagi saya, baik sebagai pelatih maupun sebagai calon juri di daerah,” ungkapnya.

Beliau juga menitipkan pesan agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan lagi secara berkelanjutan. “Ini penting untuk mengejar ketertinggalan dan terus meningkatkan kompetensi kita di Papua Barat Daya,” tambahnya. “Pesan saya, agar LP3KD Papua Barat Daya tetap semangat walau dalam keterbatasan, senantiasa bertumbuh dalam kesesakan, dan tetap optimis dalam memuji Tuhan.”

Hasil Asesmen dan Optimisme Masa Depan

Foto bersama Peserta dan Narasumber Workshop Pelatih dan Calon Juri LP3KD Papua Barat Daya – Dok. Panitia

Workshop calon juri ditutup dengan sesi asesmen yang hasilnya sangat memuaskan: 70.6% peserta dinyatakan “Lulus Bersyarat Juri Penuh” (nilai 80 ke atas) dan 29.4% peserta dinyatakan “Lulus Asisten Juri” (nilai 70-79).

Kategori ini menunjukkan bahwa para peserta yang lulus “Juri Penuh” telah memiliki kualifikasi teoritis dan standar penilaian yang dibutuhkan untuk ditugaskan di Pesparani Daerah, sementara “Asisten Juri” dinilai kompeten untuk mendampingi juri penuh sekaligus menambah pengalaman praktik.

Acara ini ditutup secara resmi oleh Ketua Umum LP3KD Papua Barat Daya, Bapak Elias Yumte, S.An., M.M. Beliau mengucapkan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara.

“Kami sangat bersyukur acara ini berjalan lancar. Antusiasme para peserta dari seluruh kabupaten/kota sangat tinggi. Ini memberikan kami optimisme besar ke depan,” ujar Bapak Elias. Beliau optimis bahwa melalui standarisasi ini, kompetensi musik liturgi di Papua Barat Daya akan semakin meningkat, sejalan dengan harapan Gereja Indonesia.

 

Oleh : Leonardus Yoseph – Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Musik Liturgi dan Seni Budaya Gerejani LP3KN

Share and Enjoy !

Shares