Tahun 2026, Litbang LP3KN Rencanakan Evaluasi Pesparani Katolik Nasional I – III

Tahun 2026, Litbang LP3KN Rencanakan Evaluasi Pesparani Katolik Nasional I – III

Januari 21, 2026 2 By Redaksi

LP3KN.OR.ID – Ketika menghadapi Pesparani Katolik Nasional IV tahun 2027, maka diperlukan suatu evaluasi secara menyeluruh terkait dengan persiapan, penyelenggaraan, serta evaluasi itu sendiri pada setiap Pesparani I, II, dan III. Hasil dari setiap Pesparani Katolik Nasional yang dimulai di Kota Ambon (2018), Kota Kupang (2022), dan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (2023) dapat dikatakan extraordinary. Dengan kata lain, tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Terdapat banyak pencapaian dan prestasi yang dipersembahkan dan ditunjukkan melalui Pesparani I-III.

Hal-hal spektakuler tentu tidak menutup proses evaluasi untuk penyelenggaraan dan peningkatan pada Pesparani IV (2027). Karena itu tentu saja Bidang Litbang LP3KN-LP3KD sesuai tugas pokok, harus menyiapkan perangakat evaluasi total untuk meneropong ketiga Pesparani kemudian menyampaikan hasilnya secara komprehensif. Diharapkan hasil evaluasi akan mendukung peningkatan penyelenggaraan Pesparani berikut, serta pengurangan kekurangan yang terdapat pada Pesparani-pesparani sebelumnya. Karena itu, model Pesparani IV tentu berbeda dari Pesparani I-III, bukankah demikian?

Baca: LP3KN Koordinasi Persiapan Pesparani Katolik Nasional IV dengan Kemenag RI

Realitas Pesparani

Pesparani adalah suatu bentuk pesta iman dan aktivitas budaya gerejani dalam kaitan dengan pagelaran dan lomba musik liturgi serta nyanyian dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan umat atau masyarakat Katolik terhadap ibadat/liturgi Gereja Katolik. Pesparani sebagai bentuk pesta iman, mencari mutu dalam hal menyanyikan lagu-lagu termasuk menyanyikan mazmur, kemudian membaca, menguasai dan mewartakan Kitab Suci, serta tradisi dan ajaran iman Gereja Katolik.

Semua kategori tersebut tentu berangkat dari dorongan untuk mengembangkan seni budaya gerejani yang bernapaskan keagamaan dan kekatolikan. Dalam konteks kategori, kriteria, konsep dan metode, realitas Pesparani menjadi salah satu hal terpenting yang mengangkat dan memerdalam iman Katolik. Dalam hal ini persiapan dan penyelenggaraan Pesparani merupakan multidimensi yang menghasilkan beriman yang bermakna.

Untuk antisipasi hal-hal tersebut telah disiapkan esensi evaluasi total dan komplet, namun perlu dilihat dan input aspek-aspek yang relevan melalui diskusi internal Bidang Litbang bersama segenap bidang LP3KN-LP3KD.

Penekanan utama evaluasi secara menyeluruh dan lengkap akan dilaksanakan di tiga kota penyelenggaran Pesparani I-III. Bidang Litbang dan bidang-bidang terkait LP3KN akan berkunjung, bertemu, dan diskusi bersama tokoh-tokoh LP3KD dan tokoh masyarakat Katolik di Kota Ambon, Kota Kupang, dan Kota Jakarta dalam tempo terdekat. Kunjungan dan evaluasi total pun mengharapkan sikap ilmiah serta metode yang suportif sehingga menghasilkan dan menghadirkan evaluasi yang komprehensif dan recommended.

Tujuan yang diharapkan dan dibutuhkan dari hasil evaluasi total antara lain:

  • Pertama, mengetahui keistimewaan dan keberhasilan penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional sebagai mahakarya dan partisipasi umat dalam suasana kegembiraan dan harapan yang indah
  • Kedua, mengukur secara kualitatif dan kuantitatif sejauh mana penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional berdampak pada pengembangan iman umat serta pembinaan seni budaya gerejani sesuai dengan harapan dan semangat Pesparani
  • Ketiga, memberikan input dan antisipasi kepada LP3KN-LP3KD dalam rangka merancang serta mempersiapkan Pesparani IV (2027)

Baca: Catatan Akhir Tahun 2025 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN)

Pertimbangan Metode Evaluasi

Dalam rangka mencapai tujuan evaluasi tersebut maka beberapa metode akan digunakan pada proses evaluasi. Metode yang diandalkan yaitu metode penyampaian pengalaman personal dan kelompok ketika menyelenggarakan Pesparani Katolik Nasional I-III. Metode penyampaian pengalaman dapat memberikan input dan inspirasi untuk diskusi serta berbicara bersama memerkaya hasil evaluasi. Selanjutnya melalui metode Focus Group Discussion (FGD) pun dapat dirancang diskusi yang sinergi sehingga diperoleh informasi dan persepsi yang lengkap tentang penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I-III.

Dalam hubungan dengan evaluasi total Pesparani Katolik Nasional I-III, akan dilakukan juga metode survei pengalaman melalui penyebaran questionnaire ke 38 LP3KD Provinsi seluruh Indonesia. Diperkirakan responden sekitar 500 orang. Hasil survei tentu akan menunjukkan kehendak yang baik terhadap penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional IV (2027). Selanjutnya, melalui metode survei tersebut proses akan berlangsung cepat dan berhasil baik.

Hasil analisis survei tersebut dapat dimaknai dengan mudah serta melengkapi evaluasi di tiga kota penyelenggara Pesparani sebelumnya. Dengan demikian hasil evaluasi total dan komprehensif serta simpulan-simpulannya akan menjadi input dan recommended bagi LP3KN-LP3KD secara umum dan Panitia Pesparani IV (2027) secara istimewa.

Usulan kategori informan serta deskripsi yang akan disampaikan antara lain;

  1. Pastor Paroki (1): menjabarkan dan memberikan pemahaman serta dampak bagi umat paroki terkait dengan kehadiran LP3KN-LP3KD, serta penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I-III,
  2. Wakil Keuskupan (1): memberikan input tentang potensi LP3KN-LP3KD, Pesparani Katolik Nasional I-III bagi pengembangan iman umat keuskupan,
  3. Panitia Lokal Pesparani Katolik Nasional I-III (4): memberikan evaluasi dan usul-saran terkait dengan kebutuhan penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I-III,
  4. Perwakilan Bidang Lomba (3): memberikan evaluasi terkait dengan kriteria dan persiapan setiap matalomba dalam hubungan dengan realisasi potensi umat yang terlibat pada Pesparani Kaatolik Nasional I-III,
  5. Pembimas Pemerintah Daerah (1): memberikan informasi tentang potensi pembinaan dan pengembangan seni budaya gereja lokal melalui LP3KN-LP3KD, serta Pesparani Katolik Nasional I-III,
  6. Orang Muda Katolik (2): menyampaikan permasalahan penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I-III serta perspektif generasi muda terkait dengan pelestarian seni budaya gerejani melalui LP3KN-LP3KD, dan national event,
  7. Litbang LP3KD (1): memberikan input tentang pengalaman pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional I-III serta ekspektasi daerah terhadap kehadiran dan peranan LP3KN-LP3KD,
  8. Organisasi Massa WKRI, ISKA, PK (3): Memberikan pandangan akademik, organisatoris, dan wawasan kebangsaan tentang LP3KN-LP3KD, serta Pesparani Katolik Nasional I-III,
  9. Tokoh Masyarakat Katolik (2): Memberikan perspektif tentang LP3KN-LP3KD, dan Pesparani Katolik Nasional I-III serta dampak bagi pengembangan seni budaya gerejani serta perdamaian lokal-globaL,
  10. Pengelola Hotel, Homestay, Resaurant, UMKM basis Pesparani Katolik Nasional I-III dan Wisata Daerah (2): memberikan perspektif pengembangan dan pemberdayaan ekonomi umat serta berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Semoga kategori-kategori dan deskripsi yang disampaikan dapat memenuhi ekspektasi evaluasi total Pesparani Katolik Nasional I-III. Yang terpenting adalah semua informan tersebut memberikan deskripsi yang jelas, tertuju pada sasaran, serta rekomendasi terbaik bagi Pesparani Katolik Nasional IV (2027).

Kemudian penyebaran questionnaire Evaluasi Total Pesparani Katolik Nasional I-III pun disambut dengan baik dan diberikan evaluasi yang oyektif dan strategis bagi Panitia Pesparani Katolik Nasional IV (2027). Bersama kita meneropong Pesparani Katolik Nasional I-III, dan bersama kita memberikan perspektif baru untuk penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional IV.

Penulis: Silverius CJM Lake, Ketua Bidang Litbang LP3KN

Share and Enjoy !

Shares