Sulut Resmi Tuan Rumah Pesparani Nasional IV 2027: Kemenag Dorong “Liturgi Keberagaman” dan Dampak Ekonomi Rakyat

Sulut Resmi Tuan Rumah Pesparani Nasional IV 2027: Kemenag Dorong “Liturgi Keberagaman” dan Dampak Ekonomi Rakyat

September 30, 2026 1 By Redaksi

LP3KN.OR.ID – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1179 Tahun 2026 tentang Panitia Pelaksana Pesparani Katolik Tingkat Nasional IV Tahun 2027. Melalui penyerahan SK ini, Provinsi Sulawesi Utara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah ajang keagamaan nasional tersebut, yang direncanakan diselenggarakan pada 16–21 November 2027 di Kota Manado dan Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Penyerahan SK dilakukan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar kepada Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH selaku Ketua Panitia Pelaksana, serta Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Muliawan Margadana. Acara yang berlangsung pada 29 September 2026 di Gedung Kemenag, Jakarta, ini juga disaksikan oleh Plt. Dirjen Bimas Katolik AM Adiyarto Sumardjono, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) RD Nikasius Jatmiko, Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta Wali Kota Tomohon Caroll Senduk.

Mengusung tema “Satu Harmoni, Berjalan Bersama dari Sulawesi Utara untuk Indonesia Rukun dan Bersaudara” , Pesparani IV 2027 dirancang bukan sekadar ajang lomba, melainkan momentum kebangsaan untuk mempererat toleransi lintas agama dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

Baca juga: Rakor Bersama Bimas Katolik, FORPIJAK Banten dan LP3KD Banten Tegaskan Komitmen Sukseskan Pesparani Nasional IV 2027 Manado

Arahan Menteri Agama: Liturgi Keberagaman dan Pesta Rakyat

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Pesparani harus dimaknai sebagai “liturgi keberagaman” yang mampu membangkitkan nilai-nilai spiritual, persaudaraan, dan keharmonisan di tengah kebinekaan Indonesia.

“Kehadiran Pesparani ini harus dimaknai sebagai sebuah liturgi yang membangkitkan rasa keberagaman itu sendiri. Jadi bukan saja memperkuat silaturahmi, tetapi juga ada efek ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menag mencontohkan sukses perhelatan keagamaan nasional sebelumnya, seperti MTQ Nasional di Semarang yang membukukan perputaran ekonomi hingga Rp1,3 triliun serta Pesparawi di Manokwari yang melipatgandakan dampak ekonomi lokal. Pesparani IV 2027 diproyeksikan menjadi pesta rakyat yang menghidupkan sektor perhotelan, UMKM kuliner, transportasi lokal (ojek dan sewa kendaraan), hingga pemanfaatan rumah warga sebagai homestay bagi kontingen dari 38 provinsi. Selain itu, Menag mengungkapkan adanya rencana untuk mengundang Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus, dalam momentum besar ini.

Persiapan Daerah dan Rangkaian Kegiatan

Wakil Gubernur Sulawesi Utara sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, menyatakan kesiapan penuh Sulawesi Utara sebagai tuan rumah. Persiapan teknis dan pemetaan venue telah berjalan sejak enam bulan lalu secara terintegrasi antara panitia pusat dan daerah. 

Rangkaian Pesparani IV 2027 akan diisi oleh delapan kegiatan utama, antara lain:

  1. Upacara Pembukaan dan Parade Seni
  2. Misa Agung dan Prosesi Kristus Raja Semesta Alam
  3. Pameran UMKM dan Ekonomi Kreatif
  4. Seminar & Workshop Internasional Kesadaran Beragama

Adapun cabang yang dipertandingkan mencakup enam kategori paduan suara (tingkat anak-anak hingga campuran dewasa) serta tujuh jenis lomba perorangan (bermazmur, cerdas cermat rohani, dan bertutur Kitab Suci).

Dukungan Gereja Katolik dan LP3KN

Ketua Umum LP3KN Muliawan Margadana menjelaskan bahwa Pesparani memiliki tiga fungsi utama: melatih iman umat, menyampaikan seni budaya etnik Nusantara (seperti Manado, Papua, Flores, hingga Dayak) dalam liturgi, serta perekat persaudaraan nasional yang sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah. Perhelatan ini diperkirakan akan dihadiri oleh 10.000 peserta dan pengunjung dari seluruh Indonesia beserta jajaran Uskup se-Indonesia.

Sekretaris Eksekutif KWI RD Nikasius Jatmiko menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah atas dukungan berkelanjutan bagi perayaan iman Gereja Katolik, serta berharap ajang ini menjadi sarana kontribusi aktif umat Katolik dalam membangun bangsa.

Share and Enjoy !

Shares