Mengapa Ada Agenda Pembekalan Tata Kelola CCR & BKS?
Oktober 5, 2025LP3KN.OR.ID – Agenda LP3KN bertajuk Pembinaan Tata Kelola Cerdas Cermat Rohani (CCR) dan Bertutur Kitab Suci (BKS) pada Sabtu, 4 Oktober 2025 yang dilakukan secara hybrid dengan melibatkan dalam zoom seluruh pengurus LP3KD terkait menjadi momentum lembaga ini berbenah diri.
Bermula dari Workshop pengurus bidang II LP3KN pada 11-13 April 2025 dan diperkuat dlm hasil MuNas pada 16-19 Mei 2025, dilakukan penyesuaian atau penyempurnaan tata kelola CCR & BKS. Rapat-rapat marathon pengurus bidang Lomba Cipta & bidang Pendidikan dan Pelatihan LP3KN selanjutnya mengevaluasi dan memutuskan beberapa langkah untuk pembekalan.
Pembuatan Kisi-kisi dan Soal untuk CCR
Seperti kita ketahui bersama, sejak Pesparani I hingga III, LP3KN membuat dan mengirimkan sejumlah soal dan pertanyaan kepada setiap LP3KD sebagai persiapan materi yang dilombakan. Evaluasi menyimpulkan bahwa cara itu dipandang tidak membuat anak-anak kita peserta lomba belajar tentang pengetahuan iman, tetapi hanya menghafal soal & jawabannya. Dampaknya, ada kecurigaan soal bocor. Indikasinya yang tampak seperti juri baru membacakan kata pertama soal, peserta sudah memencet bel, dan jawabannya benar.
Penyesuaian itu sesuai dengan Keputusan Munas tentang tujuan lomba CCR antara lain memperluas pengetahuan keagamaan Katolik untuk seluruh anak dan remaja Katolik Indonesia serta membekali dan memotivasi peserta lomba untuk mendalami pengetahuan yang benar mengenai keagamaan Katolik.
Karena itu, untuk Pesparani IV, sesuai Keputusan Munas, diberikan buku-buku panduan agar baik LP3KN untuk lomba Pesparani Nasional maupun LP3KD untuk Pesparani setempat masing-masing membuat kisi-kisi dari buku panduan dan membuat soal-soal sendiri.
Baca Juga: Menanamkan Iman Lewat Tata Kelola Rohani: LP3KN Gelar Pembekalan CCR dan BKS Nasional Secara Hybrid
Buku Panduan yang diputuskan adalah :
1). Katekismus Gereja Katolik – sebagai dasar pengajaran resmiGereja tentang iman dan moral.
2). Iman Katolik– mencakup pokok-pokok iman yang bersumber dari Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja.
3). Madah Bakti dan Puji Syukur – sebagai referensi lagu-lagu liturgi.
Tentu saja, semua itu sesuai pengetahuan keagamaan Katolik yang mencakup lima pilar hidup menggereja: Koinonia (Persekutuan), Diakonia (Pelayanan), Kerygma (Pewartaan), Leitourgia (Liturgi), Martyria (Kesaksian) yang bersumber dari Kitab Suci, Magisterium, dan Tradisi Gereja.
Tentang soal bersumber dari Madah Bakti dan Puji Syukur sedang terus dikaji pola soalnya. Misalnya, dipelajari nomor-nomor judul lagu dengan memperhatikan judul, nada dasar, birama, gaya (asal daerah), pencipta, dsb. Hal ini dimaksudkan agar ada keterkaitan lomba ini dengan pembinaan berliturgi para peserta, selain pengetahuan tentang urutan dan perlengkapan liturgi yang sudah dijadikan soal.

Guru-Guru Hasil Seleksi LP3KN Aktif Bertanya saat Pembekalan, Jakarta, 4 Oktober 2025
Tim Teknis Penyusun Kisi-kisi dan Soal
Demi mewujudkan Keputusan LP3KN untuk memberikan kisi-kisi kepada LP3KD dari buku-buku referensi di atas, maka telah direkrut 10 guru pengampu mata ajar Pendidikan Agama Katolik dari Kawasan Jakarta dan sekitarnya. Mereka terbagi menjadi 5 guru pembuat kisi-kisi dan soal untuk CCR Anak, dan 5 guru untuk CCR Remaja.
Asesmen dilakukan pada 26 September dilanjutkan pembekalan pada 4 Oktober, dan langsung bekerja dengan target akhir November sudah dimiliki bank soal yang cukup untuk Pesparani IV.
Pola yang menggunakan bantuan guru-guru agama Katolik untuk membuat kisi-kisi dan menyusun soal itu, dianjurkan juga dilakukan oleh setiap LP3KD, sehingga akan memiliki bank soal sendiri-sendiri untuk pelaksanaan pesparani lokal. Tidak lagi memintakan soal dari LP3KN>
Sudah Tepatkah Pelaksanaan Lomba BKS ?
Beberapa catatan kritis kerap juga ditujukan kepada pelaksanaan lomba BKS sejak Pesparani I. Benarkah penilaian hanya memberi bobot besar pada penampilan di panggung (30%), Teknik bertutur (40%), dan pesan yang hanya 30%? Ada perwakilan LP3KD dan penonton di lokasi yang mengatakan bahwa pesan kerapkali tak kuat dimunculkan. Pakaian dan ekspresi terlalu dominan. Ada pula yang mengkritisi pemilihan juri yang dianggap hanya tokoh popular, kurang memahami kriteria penilaian, dsb.dsb.
Karena itu, LP3KN dalam kepenguruan bidang Lomba dan Susdiklat merasa perlu untuk ‘belajar’ dari pihak lain. Petunjuk Teknis dalam lomba-lomba yang dimiliki sudah dipedomankan sejak tahun 2017, dan dilaksanakan sejak pesparani 2018 hingga pesparani III tahun 2023. Perlu penyesuaian agar lomba tak sekedar lomba, tetapi sungguh memberikan pesan keteguhan iman bagi anak-anak dan remaja, serta mereka yang mendengarkan pewartaan itu.
Pertimbangan-pertimbangan di atas itulah yang menjadi alasan mengapa kita, bidang lomba dan susdiklat LP3KN & LP3KD sama-sama membekali diri pada agenda 4 Oktober lalu.
Semoga dengan terus belajar, lembaga ini kian matang sesuai maksudnya : pembinaan dan pengembangan pesparani. (*)
Oleh: Louis Djangun / Anggota Bidang Diklat Musik Liturgi dan Seni Budaya Gerejani LP3KN / Ketua Panitia Pembekalan Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal CCR & BKS




[…] Baca Juga: Mengapa Ada Agenda Pembekalan Tata Kelola CCR dan BKS? […]