Resmi Buka Munas III LP3K, Menteri Agama Berharap LP3KN sebagai Pusat Kreatifitas Umat dan Ruang Pendidikan Karakter
Mei 11, 2025LP3KN.OR.ID – Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K) resmi dibuka oleh Menteri Agama RI pada Jumat, 10 Mei 2025, bertempat di Auditorium Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pembukaan Munas III LP3K diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM dan Uskup Sintang Mgr. Valentinus Saeng, CP.
Dalam homilinya, Mgr. Paskalis menekankan pentingnya menjadikan Pesparani sebagai pesta iman yang menyatukan umat Katolik dari seluruh Indonesia dalam semangat persaudaraan. Hal ini sejalan dengan pesan Paus Fransiskus dan juga semangat Paus Leo XIV yang baru saja terpilih, yang menyerukan pentingnya persaudaraan dan persatuan dalam keragaman.

Perayaan Misa Pembukaan Munas III LP3K Tahun 2025 yang dipimpin oleh Sekjen KWI Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM dan Uskup Sintang, Mgr. Valentinus Saeng, CP., di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama, 10 Mei 2025
Ketua Panitia Munas III LP3K, Reginal R. Capah, dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa seluruh LP3KD dari 38 provinsi hadir secara penuh, termasuk perwakilan dari keuskupan-keuskupan seluruh Indonesia. Selain itu, turut hadir perwakilan dari KWI, utusan Direktorat Jenderal Bimas Katolik, serta para pengurus LP3KN.
Reginal juga mengapresiasi dukungan yang kuat dari Kementerian Agama RI yang sejak awal mendukung kegiatan Pesparani, baik di tingkat nasional maupun provinsi. “Munas ini menjadi momentum evaluasi dan perencanaan strategis agar Pesparani terus menjadi sarana pertumbuhan iman Katolik yang sekaligus memperkuat kebangsaan,” ujarnya.

Penyampaian Laporan Ketua Panitia Munas III LP3K Tahun 2025, Reginal R. Capah di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama, 10 Mei 2025
Ketua Umum LP3KN, Muliawan Margadana, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kementerian Agama RI atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya Munas III LP3K ini. Ia juga mengagumi visi besar Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang mencetuskan gagasan Kurikulum Berbasis Cinta.
Baca juga: Dirjen Bimas Katolik Tegaskan Peran LP3KN dalam Pembangunan Bangsa Melalui Seni dan Persaudaraan
“Kurikulum Berbasis Cinta mencerminkan semangat kebangsaan yang luar biasa. Ini selaras dengan semangat Pesparani yang memadukan iman dan cinta tanah air,” kata Muliawan. Ia menambahkan bahwa Pesparani adalah salah satu wajah Gereja Katolik Indonesia yang berakar pada budaya bangsa.

Sambutan Ketua Umum LP3KN Muliawan Margadana, pada Pembukaan Munas III LP3K Tahun 2025 di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama, 10 Mei 2025
Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, turut memberikan sambutan dan ajakan kepada seluruh peserta agar terus membangun kehidupan bergereja dan berbangsa dengan semangat musik liturgi. “Musik liturgi bukan hanya sarana ekspresi iman, tetapi juga kekuatan untuk membangun jembatan antargenerasi dan antarbudaya,” tuturnya.

Sambutan Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM pada Pembukaan Munas III LP3K Tahun 2025 di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama, 10 Mei 2025
Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Munas III LP3K. Ia menekankan pentingnya menjadikan seni sebagai mitra agama, bukan lawannya.
“Jangan pernah mempertentangkan seni dan agama. Seni mempunyai semangat yang sama dengan agama. Malam ini kita menyaksikan sesuatu yang sangat indah,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Pesparani bukan hanya sebuah ajang seni panggung, melainkan panggung peradaban Indonesia.
Menurut Menag, tujuan dari kegiatan seperti Pesparani adalah untuk membangun kehidupan bersama dalam perbedaan tanpa saling mengusik. “Di sinilah letak kekuatan bangsa kita. Di Indonesia bukan hanya keindahan alam yang luar biasa, tetapi masyarakatnya juga memiliki hati yang indah,” lanjutnya.

Sambutan Menteri Agama RI, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, MA., pada Pembukaan Munas III LP3K Tahun 2025 di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama, 10 Mei 2025
“Semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, maka semakin berhasil kementerian agama dan pemimpin agama itu sendiri. Jika tujuan ini terjadi, mungkin kita tidak perlu polisi, tidak perlu KPK, tetapi Tuhan menciptakan manusia dengan nafsunya. Kita tidak mungkin menjadi malaikat, tetapi tidak boleh juga menjadi iblis. Saya harap LP3KN menjadi semacam pusat kreatifitas umat, menjadi ruang pendidikan karakter,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan. Maka dari itu, Pesparani harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai ruang bersama bagi umat Katolik untuk menunjukkan kontribusi mereka terhadap kebudayaan dan persatuan nasional. “Hanya manusia yang tidak normal, yang tidak menikmati seni dan liturgi,” tutupnya.

Pemukulan Gong oleh Menteri Agama RI didampingi beberapa tamu undangan sebagai tanda pembukaan Munas III LP3K Tahun 2025 secara resmi, di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama, 10 Mei 2025
Salah satu momen menarik dalam acara pembukaan adalah penampilan tarian Nusantara yang dibawakan oleh anak-anak dari Yayasan Prima Unggul, Jakarta. Tarian yang menggambarkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia ini sukses memukau seluruh hadirin.
Penampilan tersebut juga menggugah Menteri Agama untuk maju ke atas panggung dan berfoto bersama para penari, sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kreativitas generasi muda Katolik dalam merawat budaya bangsa.

Penyerahan Cendramata oleh Ketua Umum LP3KN Muliawan Margadana kepada Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar, MA., pada saat Pembukaan Munas III LP3K Tahun 2025 di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama, 10 Mei 2025
Pembukaan Munas III LP3K juga diisi dengan pemutaran video kilas balik perjalanan LP3KN sejak didirikan. Peserta Munas III LP3K yang berjumlah 250 orang tampak antusias dan penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian acara.
Munas III LP3K dijadwalkan berlangsung selama 4 hari (9 – 12 Mei 2025), dengan agenda utama merumuskan arah strategis organisasi, memperkuat sinergi antar-LP3KD, serta menetapkan tuan rumah Pepsarani Katolik Nasional berikutnya. Adapun kegiatan sidang-sidang dilaksanakan di Hotel Santika Hayam Wuruk, Misa Pembukaan dan Seremonial Pembukaan Munas III LP3K dilaksanakan di Aula H.M. Rasjidi Kementerian Agama RI dan Misa Penutupan Munas III LP3K akan dilaksanakan di Gedung KWI Cut Meutia yang direncanakan akan dipimpin oleh Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta tanah air, seluruh peserta Munas diharapkan dapat membawa pulang semangat baru untuk mengembangkan Pesparani di daerah masing-masing. Seperti yang dipesankan para uskup dan tokoh nasional, Pesparani harus terus menjadi pesta iman, panggung budaya, dan jembatan persaudaraan di tengah bangsa yang majemuk.
Tayangan ulang Misa Pembukaan dan Seremonial Pembukaan Munas III LP3K Tahun 2025 dapat dilihat di sini




[…] Baca juga: Resmi Buka Munas III LP3K, Menteri Agama Berharap LP3KN sebagai Pusat Kreatifitas Umat dan Ruang Pe… […]
[…] Baca juga: Resmi Buka Munas III LP3K, Menteri Agama Berharap LP3KN sebagai Pusat Kreatifitas Umat dan Ruang Pen… […]