Dirjen Bimas Katolik Tegaskan Peran LP3KN dalam Pembangunan Bangsa Melalui Seni dan Persaudaraan

Dirjen Bimas Katolik Tegaskan Peran LP3KN dalam Pembangunan Bangsa Melalui Seni dan Persaudaraan

Mei 11, 2025 1 By Redaksi

LP3KN.OR.ID –  Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan kehidupan beragama dan partisipasi umat Katolik dalam pembangunan bangsa melalui sinergi dengan LP3KN (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional).

Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Katolik, Bapak Suparman, dalam arahannya di hadapan sekitar 250 peserta Musyawarah Nasional (Munas) III LP3K yang berlangsung pada Jumat malam, 9 Mei 2025 di Hotel Santika Hayam Wuruk, Jakarta.

Dalam sambutannya, Dirjen Suparman menyatakan bahwa Asta Cita, delapan misi besar pemerintahan, adalah peluang strategis bagi umat Katolik untuk semakin aktif membina kehidupan beragama dan membangun harmoni kebangsaan. “Kami percaya, kehadiran LP3KN dan Pesparani bukan untuk menegaskan perbedaan, tetapi menyulam persaudaraan. Melalui seni dan liturgi, umat Katolik mengungkapkan nilai-nilai iman yang menyentuh semua kalangan,” ujarnya.

Dirjen Bimas Katolik berfoto bersama peserta Munas III LP3K pada sesi Studium Generale, di Hotel Santika Hayam Wuruk Jakarta, Jumat 9 Mei 2025

Delapan program prioritas Kementerian Agama RI, lanjutnya, menjadi peta jalan konkret dalam mengimplementasikan nilai-nilai kerukunan, cinta kemanusiaan, dan solidaritas lintas iman. Dirjen Suparman menekankan lima agenda utama dalam upaya peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan: penguatan kualitas kerukunan, moderasi beragama, insersi kurikulum berbasis kemanusiaan, penghargaan terhadap perbedaan, serta pemberdayaan rumah ibadah.

Baca juga: Pastor Muda dari Ujung Negeri: Membawa Semangat Pesparani ke Munas III LP3K

Selain itu, Dirjen juga menyoroti pentingnya ekoteologi dalam menghadapi krisis iklim global. “Agama harus menjadi kekuatan moral untuk merawat bumi. Dalam Katolik, kita memiliki Laudato Si’ sebagai inspirasi. LP3KN dapat menjadi kanal pewartaan nilai-nilai ini melalui seni dan liturgi yang menggerakkan,” tegasnya.

Dalam bidang layanan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat, Kementerian Agama terus mendorong program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Dirjen menyebut pentingnya layanan yang relevan dan responsif serta mengapresiasi tumbuhnya lembaga pendidikan keagamaan yang semakin kompetitif. Di bidang ekonomi keagamaan, ia mengingatkan bahwa potensi dana sosial umat sangat besar dan perlu dikelola dengan optimal dan transparan.

Dirjen Suparman juga menggarisbawahi urgensi digitalisasi tata kelola dalam pelayanan keagamaan. “Kami ingin seluruh informasi dan layanan keagamaan terintegrasi dalam sistem digital yang murah, mudah, efisien, dan transparan,” katanya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap LP3KN, Ditjen Bimas Katolik mengalokasikan bantuan operasional sebesar Rp2 miliar untuk tahun 2025. Bantuan ini diperuntukkan untuk mendukung penguatan kelembagaan dan pelaksanaan kegiatan nasional, termasuk Munas III LP3K Tahun 2025. Untuk Pesparani 2026 mendatang, target peserta ditetapkan sebanyak 4.030 orang, dengan sasaran audiens mencapai 11.500 orang.

“Munas ini bukan hanya forum organisatoris, tetapi juga momentum strategis untuk mempertegas peran LP3KN sebagai wajah budaya iman Katolik di tengah keberagaman Indonesia,” pungkas Dirjen Suparman.

Share and Enjoy !

Shares