LP3KD Kepulauan Riau Gelar Festival Organis Pertama

LP3KD Kepulauan Riau Gelar Festival Organis Pertama

Mei 21, 2025 1 By Kontributor

LP3KN.0R.ID – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan Festival Organis Gereja pertama kali. Acara ini berawal dari keprihatinan akan minimnya organis di paroki-paroki wilayah Kepulauan Riau, bahkan organis yang sudah ada pun sebagian besar belajar secara mandiri dan belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang musik liturgi. Padahal kehadiran seorang organis sangat penting dalam sebuah peribadatan, terutama di daerah yang umatnya sulit membaca not, sehingga iringan akan sangat membantu umat untuk bisa mengikuti lagunya.

Oleh karena itu, pada bulan November 2024 LP3KD Kepri memulai dengan mengadakan Pelatihan Organis, dengan mengundang Bapak Onggo Lukito sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi spiritualitas organis dan juga mengenalkan cara mengiring secara liturgis.

Setelah pelatihan ini berakhir, kemudian dipandang perlu adanya tindak lanjut yang bertujaun supaya para organis ini bisa mulai mempraktekkan ilmu yang sudah didapat dari pelatihan. Maka kemudian muncul ide untuk membuat Festival Organis Gereja. Ketika ide ini diutarakan, kesulitan yang dihadapi adalah bahwa acara ini belum pernah diselenggarakan sebelumnya, setidaknya di Indonesia belum pernah ada. Karena biasanya organis atau iringan tidak dinilai.

Peraih nilai tertinggi kategori dewasa, Asto Hapsoro Albertus dan Paduan suaranya

Peraih nilai tertinggi kategori dewasa, Asto Hapsoro Albertus dan Paduan suaranya

Beberapa ketentuan dalam festival ini yakni:

  • Organis dalam gereja Katolik, tugasnya “mengiringi paduan suara” sehingga peserta harus mengikut sertakan kelompok paduan suara-nya masing-masing
  • Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu misa, dan sudah mendapatkan nihil obstat dan imprimatur.
  • Dalam misa, kadangkala ada saat-saat dimana dibutuhkan iringan instrumentalia, atau organis mengiringi koor umat satu suara tanpa ada partitur iringan. Dalam kondisi ini seorang organis diharapkan bisa membuat aransemen iringan sendiri. Di sini kami juga memberikan tantangan bagi para peserta untuk membuat iringan lagu-lagu baru.

Secara umum, para organis menyambut baik acara ini, yang ditunjukkan dari jumlah peserta sebanyak 29 orang dari berbagai kategori, diikuti oleh wakil dari 11 Paroki di 5 kabupaten/kota.

Share and Enjoy !

Shares